KPK Cari Informasi Keberadaan Harun Masiku Lewat Ponsel Hasto

KPK Cari Informasi Keberadaan Harun Masiku Lewat Ponsel Hasto – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari anjuran keberadaan koruptor suap Pergantian Antarwaktu (PAW) Caleg DPR RI, Harun Masiku melalui ponsel milik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan asistennya Kusnadi yang diambil alih penyidik.

“Yang mampu aku sampaikan adalah penyidik tetap tetap berusaha menganalisa informasi maupun alat bukti yang waktu ini tersedia mirip penyidik,” ujar Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto kepada wartawan, Senin, (17/6/2024).

KPK juga udah memanggil Kusnadi untuk di check namun tak mau hadir bersama alasan trauma pernah dibentak oleh penyidik.

Alhasil, Kusnadi pun melaporkan penyidik antirasuah itu kepada Dewan Pengawas (Dewas) selanjutnya ke Komnas HAM.

“Saya yakin penyidik professional dan transparan ya, gara-gara sebagaimana laporan yang di sampaikan penasihat hukum Pak Hasto melaporkan ke Dewas dan sebagainya, penyidik siap mengakses segala wujud dokumentasi kesibukan penyidikan baik CCTV maupun rekaman audio sehingga mampu di lihat apakah tuduhan yang di sampiakan oleh yang berkaitan benar tau tidak,” tegas Tessa.

“Jadi apakah itu nanti memanggil Pak Kunsadi maupun pak Hasto kedepan. Saya fikir penyidik udah memiliki strategi. Langkah-langkahnya dan gara-gara ini tetap proses penyidikan,” sambungnya.

Wakil Ketua KPK Soal Harun Masiku: Sempat di Filipina, dan Jadi Marbut Masjid di Malaysia

Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap tetap jalankan pencarian pada koruptor suap Pergantian Antarwaktu (PAW) Caleg DPR RI, Harun Masiku. Selama empat tahun belakangan Harun sempat bepindah-pindah negara.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata sempat mendapat kabar Harun tengah berada di Malaysia sebagai marbut masjid, selanjutnya kabur kembali ke Philipina. Di ketahui Harun sempat terdeteksi di negeri Jiran itu pada 2023 lalu.

“Kan udah empat tahun, empat tahun itu bukan bermakna tidak kita cari. Beberapa informasi apabila pada peradaan yang bersangkutan, waktu itu di Filipina kita kirim tim ke Filipina , tersedia informasi katanya yang berkaitan jadi marbut masjid di Malaysia,” kata Alex kepada wartawan Jumat (14/6/2024)

Alex menyebut perburuan mantan Caleg PDIP itu selama empat tahun belakangan tetap tetap di upayakan oleh tim penyidik. Walaupun hingga waktu ini belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Baca juga : Vladimir Putin ke Korea Utara Peningkatan Hubungan Pertahanan

“Syukur-syukur kecuali yang berkaitan ini pada kesempatan ini kemungkinan dengar dan bersama sukarela lantas menyerahkan diri kan itu lebih baik kembali kan,” ujarnya.

Dirinya lantas hanya mampu menghendaki di dalam sepekan ini penyidikan Harun mampu menghasilkan hasil.

Sebagai jajaran pimpinan KPK, Alex hanya mampu mendorong upaya yang di tunaikan penyidik sehingga langsung menyeret koruptor itu ke publik.

Adapun di dalam perkembangan persoalan itu, tim penyidik antirasuah udah memeriksa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto pada Senin, 10 Juni 2024 kemarin. Dia di check oleh penyidik untuk mengetetahui keberadaan Harun waktu ini.

Di saat yang bersamaan, penyidik juga udah menyita handphone milik Hasto dan staffnya, Kusnadi.

Setelahnya, penyidik sempat ingin menghendaki keterangan dari Kusnadi tentang handphone yang di sita, hanya saja Kusnadi absen bersama alasan trauma di bentak oleh penyidik.

KPK Minta Bantuan Semua Pihak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga waktu ini tetap tetap berusaha untuk menangkap buronan persoalan suap Pergantian Antarwaktu (PAW) Caleg DPR RI, Harun Masiku.

KPK menghendaki sehingga pihak-pihak lain juga turut serta mendukung beri tambahan informasi soal keberadaan mantan politikus PDIP tersebut.

“Mohon informasi, mohon masukan kecuali dengar, kecuali lihat tersedia di mana kabari kita berkenaan saudara HM ini,” kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Asep menyebutkan pencarian Harun Masiku tidak wajib melulu berasal dari internal penyidik KPK saja. Ia juga menghendaki kepada siapa pun yang memahami keberadaan buronan Harun Masiku mampu sharing informasi bersama penyidik.

“Tentunya kecuali misalkan kita tersedia informasi, informasinya terlampau terbatas. Maksudnya terbatas siapa yang wajib mengetahui, sehingga tidak mampu kita juga sampaikan gara-gara tentunya itu akan berakibat juga di dalam proses penyidikan dan pencarian yang bersangakutan,” tutur Asep.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *