Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019-2024, Nadiem Makarim, akhirnya mega wheel memberikan pernyataan terkait dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook senilai Rp 9,9 triliun. Dalam konferensi pers yang digelar pada 10 Juni 2025, Nadiem menjelaskan alasan di balik pengadaan laptop tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Kejaksaan Agung dalam proses hukum yang sedang berlangsung.

1. Alasan Pengadaan Laptop Chromebook

Dalam pernyataannya, Nadiem menegaskan bahwa pengadaan laptop sweet bonanza candyland tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor pendidikan. Ia menyebut bahwa pada tahun 2020, pandemi tidak hanya menjadi krisis kesehatan tetapi juga krisis pendidikan, sehingga diperlukan langkah cepat untuk memastikan pembelajaran tetap berlangsung.

Kemendikbudristek saat itu mengadakan 1,1 juta unit laptop beserta modem 3G dan proyektor untuk lebih dari 77 ribu sekolah dalam kurun waktu empat tahun. Perangkat tersebut digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, meningkatkan kompetensi guru, serta pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

2. Transparansi dan Akuntabilitas

Nadiem menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Mendikbudristek, setiap kebijakan yang diambil selalu berlandaskan asas transparansi, keadilan, dan itikad baik. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menoleransi praktik korupsi dalam bentuk apa pun dan siap memberikan klarifikasi kepada Kejaksaan Agung jika diperlukan.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Kemendikbudristek tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga dan vendor penyedia produk laptop. Proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan tanpa adanya penunjukan langsung.

3. Respons terhadap Dugaan Korupsi

Menanggapi penyelidikan yang sedang berlangsung, Nadiem menyatakan bahwa ia menghormati proses hukum dan percaya bahwa penyelidikan yang adil akan mampu membedakan antara kebijakan yang dijalankan dengan niat baik dan potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis namun adil, serta tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan sebelum ada keputusan hukum yang jelas.

4. Langkah Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung telah meningkatkan status perkara ini dari penyelidikan menjadi penyidikan, dengan dugaan adanya mark-up harga dalam pengadaan laptop. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk beberapa staf khusus yang menjabat selama kepemimpinan Nadiem.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keuangan negara dan sektor pendidikan, yang seharusnya menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

Dengan pernyataan yang telah disampaikan, Nadiem Makarim menunjukkan sikap kooperatif terhadap penyelidikan yang sedang berlangsung. Publik kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini dan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan kasus ini? Saya bisa membantu mencari informasi terbaru!

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *